Insight
Dengan rasa yang sama

Dear jodohku,

Dalam perjalannamu mencariku, jagalah mata, hati dan perilakumu
bukan hanya untuk aku, tapi juga untuk dirimu karena Tuhanmu

Dalam perjalananmu mencariku, tetaplah bersabar atas segala ujian yang menerpa
atas rasa sepi yang terus kau cari penawarnya
muliakanlah aku (wanitamu) dengan memuliakan dirimu sendiri
jalan ilmu dan jembatan rizki yang terhampar luas itu menunggu untuk kau arungi

Aku tidak sedang menanti datangnya arjuna dengan sebongkah berlian dan membawaku pergi ke pulau emas
aku hanya percaya bahwa kau tidak hanya bertugas sebagai imamku, kau juga kan jadi penolong bagi umat dengan ilmu dan rizki mu
aku menunggumu
engkau yang mengerti arti dari setiap bekunya aku yang kaku berdiri 
engkau yang memaklumi aku yang terkadang keras
engkau yang mau menyempatkan diri untuk mendengar bualan mimpiku
engkau yang membuatku tentram dan aman

aku pun disini
sedang belajar untuk bisa menyambutmu dengan cara terbaik

Titipkanlah rasa rindumu pada Tuhan

karena hanya disanalah kita bisa berjumpa
dengan rasa yang sama

Sincerely,

yours- eliza

*Kelilingilah

Kelilingilah diri sendiri dengan teman2 yang sibuk mengejar cita-cita, maka kita akan ikut mengejar cita-cita.

Kelilingilah diri sendiri dengan teman2 yang sibuk berkata baik, berbuat baik, maka kita akan ikut berkata baik, berbuat baik.

Kelilingilah diri sendiri dengan teman2 yang giat belajar, tak henti mencari ilmu, maka kita akan ikut giat belajar, tak henti mencari ilmu.

Kelilingilah diri sendiri dengan teman2 yang selalu menyemangati, berkata positif, memotivasi, maka kita akan ikut semangat, berkata positif dan termotivasi.

Kelilingilah diri sendiri dengan teman2 yang saling mengerti, menerima apa adanya, maka kita akan ikut saling mengerti, menerima apa adanya.

Sungguh, rumus ini tidak akan keliru.
Dan kabar buruknya; hal ini juga berlaku sebaliknya.
Kelilingilah diri sendiri dengan teman2 yang suka bicara kotor, maka dengan sendirinya kita akan ikut berkata kotor.

Selalu demikian.

—Tere liye-

Karena yang namanya tulus itu sering bersebrangan dengan logika
Eliza -dimasa muda

Karena bagiku perempuan memiliki tiga kedudukan ketika hidup

Antara menjadi pembangun peradaban ,
tidak berpengaruh apa2,
Atau menjadi racun

——————-
Dimana posisi aku sekarang,? ——————-
By eliza, dimasa ini

Ini bukan tentang kita mendapatkan apa dari apa. Atau apa dari siapa

Ini tentang bagaimana kita belajar tulus memberi tanpa pamrih

———
Karna Allah lah tempat kita bergantung segala sesuatu
Keep fighting ya. muda mudi muslim harus optimis. Ikhlas. Sabar dan husnudzan *acieee mamah dedeh*

Titip hatiku Tuhan
Sabarkanlah aku. Lapangkanlah dadaku
Maaf mungkin kemarin aku membuat Mu cemburu
Hingga sekarang aku harus melalui yang engkau ridhai ini
:’)
Dekatkanlah kami pada jalan yang membuat kami dekat dengan Mu
Rencana Mu selalu lebih indah dari mimpi-mimpi ku

Titip hatiku Tuhan
Sabarkanlah aku. Lapangkanlah dadaku
Maaf mungkin kemarin aku membuat Mu cemburu
Hingga sekarang aku harus melalui yang engkau ridhai ini
:’)
Dekatkanlah kami pada jalan yang membuat kami dekat dengan Mu
Rencana Mu selalu lebih indah dari mimpi-mimpi ku

Sebuah dialog di Magelang bersama mas edi. Suaminya bi evi


El : mas gimana ceritanya bisa ketemu bi evi?

Mas: ya awalnya nganter bi evi buat ngerias pengantin. Kebetulan waktu itu supir lg pada sibuk. Kan saya dulu diem di nin juga.jadi sering ketemu sama bi evi yang sering bantu nin rias pengantin. Yang bikin saya yakin ketika bi evi minta saya jadi imam shalat subuh di mesjid di tengah orang lain yg pada sibuk sama urusannya. Disana mas kepincuut

El : trus bisa sampe jadi gitu gimana *mukakepo„
gimana nembaknya? *kibas2bulumata

Mas : ya perempuan itu ibarat rumput dan semen

El: hah. Maksudnya?

Mas: pura pura ga ngerti?

El: . Haha *masih pura2 ga ngerti

________
emang begitu tabiat perempuan

Pemilihan pasangan adalah batu pertama fondasi bangunan rumah tangga, ia harus sangat kukuh, karena kalau tidak, bangunan tersebut akan roboh kendati hanya dengan sedikit goncangan. Apalagi jika beban yang ditampungnya semakin berat dengan kelahiran anak-anak. Fondasi kukuh tersebut bukan kecantikan atau ketampanan, karena keduanya bersifat relatif, sekaligus cepat pudar; bukan juga harta, karena harta mudah didapat sekaligus mudah lenyap; bukan pula status sosial atau kebangsawanan, karena yang ini pun sementara, bahkan dapat lenyap seketika. Fondasi yang kukuh adalah nilai-nilai spiritual yang dianut.

M.Quraish Shihab

(via kurniawangunadi)

Jika ingin menilai seseorang, jangan nilai dia dari bagaimana dia berinteraksi dengan kita, karena itu bisa saja tertutup topeng. Tapi nilai dia dari bagaimana orang itu berinteraksi dengan orang-orang yang dia sayang.

Adhitya Mulya dalam Sabtu Bersama Bapak

(via kurniawangunadi)